Showing posts with label Cerita Bijak. Show all posts
Showing posts with label Cerita Bijak. Show all posts

Monday, February 11, 2013

Pesan dari Ruangan Kelas


share on facebook
Suatu Ketika Di Ruang Kelas Sekolah Menengah, Terlihat Suatu Percakapan Yang Menarik.

Seorang Guru, Dengan Buku Di Tangan, Tampak Menanyakan Sesuatu Kepada Murid-Muridnya Di Depan Kelas. Sementara Itu, Dari Mulutnya Keluar Sebuah Pertanyaan :
“Anak-Anak, Kita Sudah Hampir Memasuki Saat-Saat Terakhir Bersekolah Di Sini. Setelah 3 Tahun, Pencapaian Terbesar Apa Yang Membuatmu Bahagia? Adakah Hal-Hal Besar Yang Kalian Peroleh Selama Ini?”

Murid-Murid Tampak Saling Pandang. Terdengar Suara Lagi Dari Guru, “Ya,Ceritakanlah Satu Hal Terbesar Yang Terjadi Dalam Hidupmu.”.

Lagi-Lagi Semua Murid Saling Pandang, Hingga Kemudian Tangan Guru Itu Menunjuk Pada Seorang Murid. “Nah, Kamu Yang Berkacamata, Adakah Hal Besar Yang Kamu Temui? Berbagilah Dengan Teman-Temanmu.”

Sesaat, Terlontar Sebuah Cerita Dari Si Murid, “Seminggu Yang Lalu, Adalah Masa Yang Sangat Besar Buatku. Orangtuaku, Baru Saja Membelikan Sebuah Motor, Persis Seperti Yang Aku Impikan Selama Ini.” Matanya Berbinar, Tangannya Tampak Seperti Sedang Menunggang Sesuatu. “Motor Sport Dengan Lampu Yang Berkilat, Pasti Tak Ada Yang Bisa Mengalahkan Kebahagiaan Itu!”

Sang Guru Tersenyum. Tangannya Menunjuk Beberapa Murid Lainnya. Maka,Terdengarlah Beragam Cerita Dari Murid-Murid Yang Hadir.

Ada Anak Yang Baru Saja Mendapatkan Sebuah Mobil. Ada Pula Yang Baru Dapat Melewatkan Liburan Di Luar Negeri. Sementara, Ada Murid Yang Bercerita Tentang Keberhasilannya Mendaki Gunung.

Semuanya Bercerita Tentang Hal-Hal Besar Yang Mereka Temui Dan Mereka Dapatkan. Hampir Semua Telah Bicara, Hingga Terdengar Suara Dari Arah Belakang. “Pak Guru..Pak, Aku Belum Bercerita.” Rupanya, Ada Seorang Anak Di Pojok Kanan Yang Luput Dipanggil. Matanya Berbinar. Mata Yang Sama Seperti Saat Anak-Anak Lainnya Bercerita Tentang Kisah Besar Yang Mereka Punya.

“Maaf, Silahkan, Ayo Berbagi Dengan Kami Semua,” Ujar Pak Guru Kepada Murid Berambut Lurus Itu.

“Apa Hal Terbesar Yang Kamu Dapatkan?” Pak Guru Mengulang Pertanyaannya Kembali.

“Keberhasilan Terbesar Buatku, Dan Juga Buat Keluargaku Adalah Saat Nama Keluarga Kami Tercantum Dalam Buku Telpon Yang Baru Terbit 3 Hari Yang Lalu.”

Sesaat Senyap. Tak Sedetik, Terdengar Tawa-Tawa Kecil Yang Memenuhi Ruangan Kelas Itu. Ada Yang Tersenyum Simpul, Terkikik-Kikik, Bahkan Tertawa Terbahak Mendengar Cerita Itu.

Dari Sudut Kelas, Ada Yang Berkomentar, “Ha? Aku Sudah Sejak Lahir Menemukan Nama Keluargaku Di Buku Telpon. Buku Telpon? Betapa Menyedihkan. Hahaha. “ Dari Sudut Lain, Ada Pula Yang Menimpali, “Apa Tak Ada Hal Besar Lain Yang Kamu Dapat Selain Hal Yang Lumrah Semacam Itu?”

Lagi-Lagi Terdengar Derai-Derai Tawa Kecil Yang Masih Memenuhi Ruangan. Pak Guru Berusaha Menengahi Situasi Ini, Sambil Mengangkat Tangan.

“Tenang Sebentar Anak-Anak, Kita Belum Mendengar Cerita Selanjutnya. Silahkan Teruskan, Nak.”

Anak Berambut Lurus Itu Pun Kembali Angkat Bicara. “Ya. Memang Itulah Kebahagiaan Terbesar Yang Pernah Aku Dapatkan. Dulu, Ayahku Bukanlah Orang Baik-Baik. Karenanya, Kami Sering Berpindah-Pindah Rumah. Kami Tak Pernah Menetap, Karena Selalu Merasa Di Kejar Polisi.”

Matanya Tampak Menerawang. Ada Bias Pantulan Cermin Dari Kedua Bola Mata Anak Itu, Dan Ia Melanjutkan. “Tapi, Kini Ayah Telah Berubah. Dia Telah Mau Menjadi Ayah Yang Baik Buat Keluargaku. Sayang, Semua Itu Butuh Waktu Dan Usaha. Tak Pernah Ada Bank Dan Yayasan Yang Mau Memberikan Pinjaman Modal Buat Bekerja.” “Hingga Setahun Lalu, Ada Seseorang Yang Rela Meminjamkan Modal Buat Ayahku. Dan Kini, Ayah Berhasil. Bukan Hanya Itu, Ayah Juga Membeli Sebuah Rumah Kecil Buat Kami. Dan Kami Tak Perlu Berpindah-Pindah Lagi.” “Tahukah Kalian, Apa Artinya Kalau Nama Keluargamu Ada Di Buku Telpon? Itu Artinya, Aku Tak Perlu Lagi Merasa Takut Setiap Malam Dibangunkan Ayah Untuk Terus Berlari. Itu Artinya, Aku Tak Perlu Lagi Kehilangan Teman-Teman Yang Aku Sayangi. Itu Juga Berarti, Aku Tak Harus Tidur Di Dalam Mobil Setiap Malam Yang Dingin. Dan Itu Artinya, Aku, Dan Juga Keluargaku, Adalah Sama Derajatnya Dengan Keluarga-Keluarga Lainnya.”

Matanya Kembali Menerawang. Ada Bulir Bening Yang Mengalir. “Itu Artinya, Akan Ada Harapan-Harapan Baru Yang Aku Dapatkan Nanti.” 

Kelas Terdiam. Pak Guru Tersenyum Haru. Murid-Murid Tertunduk. Mereka Baru Saja Menyaksikan Sebuah Fragmen Tentang Kehidupan. Mereka Juga Baru Saja Mendapatkan Hikmah Tentang Pencapaian Besar, Dan Kebahagiaan. Mereka Juga Belajar Satu Hal : “Bersyukurlah Dan Berbesar Hatilah Setiap Kali Mendengar Keberhasilan Orang Lain. Sekecil Apapun. Sebesar Apapun.”


sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.



READ MORE - Pesan dari Ruangan Kelas

Friday, June 8, 2012

Kisah Inspirasi


share on facebook
Ia berjalan di depan meja ‘donation’,
kami berpikir: ‘dia akan lewat…’

“Saya ingin menyumbang!”

Ia menuang koin dari mangkuknya.
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

















Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

















“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.



Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar dan menyumbang!

















Orang Bijak Mengatakan :
” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. Temukan kebahagiaan dengan memberi “





Sumber: Disini



Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Kisah Inspirasi

Saturday, March 3, 2012

Kesabaran


share on facebook

“Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.

”Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”

”Itu karena orang tidak mau mnyusuri jalan yang jelek, padahal mreka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.

”Anakku, kita butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”




Please write a comment after you read this article. Thx..!! 
READ MORE - Kesabaran

Friday, March 2, 2012

Hal yang Paling Menakutkan


share on facebook

Ada 3 orang dokter, bekerja disatu rumah sakit, mereka sangat kompak, mereka dapat bekerja sama dengan baik, sehingga selama puluhan tahun ini mereka selalu sukses mengobati penyakit-penyakit pasiennya.

Oleh sebab ini, rumah sakit ini menjadi sangat terkenal. Ada beberapa rumah sakit di luar negeri yang menawarkan mereka gaji tinggi untuk menarik mereka bekerja di rumah sakit tersebut, tetapi ke 3 dokter sama sekali tidak tergoda.

Tetapi di masa tua mereka, ada sebuah hal yang paling menggoda dalam masa hidup mereka terjadi yaitu hadiah Nobel. Berjuang seumur hidupnya, meraih hadiah nobel ini adalah impian selama hidup mereka.

Tetapi hadiah nobel sangat terbatas, walaupun mereka sama-sama masuk dalam daftar, tetapi hadiah ini hanya untuk 1 orang saja.

Ketiga dokter ini mulai menjadi musuh, mereka mulai saling menyerang, bahkan sampai wawancara di media mereka sangat bertengkar, saling menyakiti, oleh sebab itu, pada hari hadiah Nobel diumumkan, karena mereka masih terus saling menyerang, akhirnya hadiah Nobel ini jatuh kepada seorang dokter dari negara lain.

Akhirnya, dokter yang pertama dihari pertama ketika impiannya menjadi hancur lebur, karena tekanan darah sehingga pembuluh darahnya di kepala pecah dan meninggal, dokter yang kedua tidak bisa menahan rasa marah dan rasa malu, di dalam kamarnya mempergunakan pisau operasi memutuskan nadinya membunuh diri sendiri; dokter yang ketiga karena stress sehingga menjadi tidak waras. Sehingga menjadi berita dan pergunjingan diantara masyarakat.

Rupanya, di dunia ini, tubuh terjangkit penyakit tidak menakutkan. Yang paling menakutkan adalah pikiran dan jiwa yang terjangkit penyakit ini adalah hal yang paling mengerikan, ketika terjangkit virus sifat pamer, mengejar nama dan kepentingan, hal ini menyerang pikiran dan sanubari manusia yang paling lemah, menyebabkan orang sudah kehilangan akal sehat, sehingga di dunia ini anti virus yang betapa ampuhpun tidak dapat menyelamatkannya lagi. Didalam kehidupan ini kita tidak mungkin bisa hidup menyendiri, oleh sebab itu kenapa kita tidak bisa memberikan kepada orang lain sedikit perhatian, kasih sayang, toleran dan rasa persahabatan? 




SUMBER: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 
READ MORE - Hal yang Paling Menakutkan

Saturday, February 18, 2012

Mama yang Bijak


share on facebook

Seorang anak bertanya kepada Mamanya : "Ma, temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang agar tidak menggigit anaknya. Apakah Mama juga akan melakukan hal yg sama ?"

Si Mama tertawa : "Tidak, Tetapi Mama akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam agar tidak sempat menggigit siapapun"

"Oh iya. Kubaca tentang seorang Mama yang rela tidak makan agar anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Mama lakukan hal yg sama ?", si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Mamanya menjawab "Itu juga tidak akan Mama lakukan anakku, Mama akan kerja lebih keras agar kita semua bisa makan kenyang & kamu tidak harus sulit menelan karena melihat Mama menahan lapar".

Si anak pun tersenyum.
" Kalau begitu , Aku bisa selalu bersandar padamu Mama".

Si Ibu berkata : "Tidak Nak ! Tetapi Mama akan mengajarmu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri !  Agar tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat nanti Mama harus pergi meninggalkanmu"



MORAL CERITA :

"Seorang Mama yg bijak bukan hanya perlu mengorbankan diri demi anaknya dan menjadikan dirinya tempat bersandar tetapi juga harus bisa membuat anaknya Berdiri sehingga sandaran tersebut tidak lagi diperlukan"




Please write a comment after you read this article. Thx..!! 


READ MORE - Mama yang Bijak

Sunday, January 15, 2012

Palu, Kaca & Baja


share on facebook

"Palu menghancurkan kaca, tapi palu membentuk baja."

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini ?


Jika Mental/Pikiran kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu masalah menghantam kita, maka dengan mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah dan jadi remuk redam.

Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur dan menerima disaat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian ?

Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru.

Jika kita adalah "baja" kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita.

Sebaliknya jika kita "kaca" maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.




Please write a comment after you read this article. Thx..!! 


READ MORE - Palu, Kaca & Baja

Sunday, December 4, 2011

Biola dengan Satu Senar


share on facebook

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh, namu tiba-tiba salah satu senar biolanya putus.


Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.


Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tapi dia tetap main.


Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri & berteriak, “Hebat, Hebat…”


Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk.


Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.


Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.


Dengan mata berbinar dia berteriak,
“Paganini dengan satu senar”


Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.


Penonton sangat terkejut & kagum pada kejadian ini.




PESAN MORAL


Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan & semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus & segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.


Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda?


Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?




Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini.
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Biola dengan Satu Senar

Saturday, December 3, 2011

Kambing yang Mengaum


share on facebook
oleh: Bratayana Ongkowijaya


Ada seekor kambing muda yang baru pertama kali mendengar suatu auman seekor singa, menanyakannya kepada induknya, “Suara apakah gerangan? Mengapa demikin kuat dan berwibawa sehingga dalam jarak sejauh ini masih menggetarkan serta membuat ciut nyaliku?  Sang induk menjawab singkat, Itu adalah auman seekor singa-si raja hutan. 

Sejak saat itu Si kambing muda tidak bisa melepaskan pikirannya dari kejadian tadi, hal itu selalu mengganggu pikirannya; mengapa suaraku tidak seperti auman singa yang begitu gagah? mengapa aku hanya dapat mengembik? Aku harus bisa mengaum seperti singa itu, dengan begitu aku tentu akan gagah berwibawa dihormati layaknya si raja hutan. 

Sejak itu kambing muda memutuskan untuk belajar mengaum bak seekor singa, tiap hari bahkan tiap saat kambing muda tersebut belajar cara mengaum seperti yang diinginkannya. Saking giat berlatih tanpa mengenal waktu dan lelah, tanpa disadari suara kambing muda itu habis/serak/parau. Tidak menyadari mengapa suaranya demikian, sebaliknya semakin mengebu-gebu berlatih, dia berpikir suara paraunya itu sudah mendekati suara auman singa si raja hutan hanya saja lebih lemah, kurang tenaga. Untuk itu kambing muda justru semakin semangat melakukan latihannya hingga pada akhirnya tidak bisa bersuara lagi. Yang lebih membuatnya shock, setelah berangsur-angsur pulih (kembali bisa bersuara lagi), yang keluar ialah tetap saja suara mengembik bukan auman singa seperti yang diharapkan.

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita di atas?

Nabi Kongcu bersabda;Pemimpin hendaklah dapat menempatkan diri sebagai pemimpin;Pembantu sebagai pembantu;Orangtua sebagai orang tua;Anak sebagai anak.(Lun Gi/Sabda Suci XII : 11)

Artinya, setiap insan memiliki  kemampuan masing-masing. Tiap kedudukan atau fungsi seseorang juga punya spesifikasi, yang tidak layak dibandingkan dengan yang lain. Jika kita ialah anak terhadap orangtua wajib melakukan segala yang layaknya dilaksanakan seorang anak, yaitu laku baktinya, begitupun dalam sebuah keluarga, tanggung jawab seorang ayah dalam memberi kasih sayang, tidak layak dibandingkan dengan tanggung jawab anak-anaknya.

Seorang kuncu berbuat sesuai dengan kedudukannya;Ia tidak ingin berbuat keluar daripadanya.(Zhong Yong/Tengah Sempurna XIII : 1)

Maka, kalau seorang pembantu benar-benar melaksanakan tanggung jawabnya kepada atasan atau pemimpinya berlandaskan satya, selayaknya pula bagi sang pemimpin untuk juga penuh susila membimbing para pembantunya itu. Dengan demikian para pembantunya akan merasakan tenteram didalam kedudukannya, penuh loyalitas dalam keharmonisan membantu tugas-tugas yang jauh lebih berat dari sang pemimpin.

Seorang kuncu selalu damai tenteram menerima Firman,Sebaliknya seorang rendah budi melakukan perbuatan sesat untuk memuaskan nafasnya.(Zhong Yong/Tengah Sempurna XIII : 4)

Demikianlah, apapun fungsi yang ada pada diri kita, sedapat mungkin kita lakukan dengan penuh ketulusan, menjadi diri kita sendiri, berbuat yang terbaik untuk harmonis dengan lingkungan sekitar, bersama-sama saling mengisi demi tercapainya kebersamaan agung.



Sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Kambing yang Mengaum

Thursday, November 24, 2011

Orang Terbodoh


share on facebook
Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu menyuruh Bejo memilih, "Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"


Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, "Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang  Rp 1000 dan Rp 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp 1000, berarti permainannya akan selesai..."


Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.


Sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Orang Terbodoh

Saturday, November 5, 2011

Raja yang Tidak Berwawasan


share on facebook

无知的国王
Wu Zhi De Guo Wang
Raja yang Tidak Berwawasan


oleh: Xie Zheng Ming

从前有一个无知的国王,生了一个女儿。国王非常疼爱这公主,希望她能立刻长大。于是就去叫来一个医生。国王对医生商量说:请你给我一种药,使公主吃了立刻能长大?医生回答:这件事情虽然比较难,但是还能办得到。良药是有的,可是还要去探取在很远的地方。请国王答应我的条件:当我探取药期间,您不能去看公主,等我回来给她 吃了药您才可以再见她。国王答应了,医生就去远地求药。经过十几年后,医生就说办到药回来了。公主吃了药以后,由医生领去见国王。国王见公主已长成了,非常高兴,对医生说:谢你了,公主吃了你的药立刻长的这样大了。说后并命左右待臣赏赐这个医生很多的财宝. 当时的人都笑国王无知,竟不知道算一算她女儿的年龄。  


                                                                                                           
Pada jaman dahulu kala ada seorang raja yang tidak berwawasan, memiliki seorang anak perempuan. Raja sangat menyayangi putrinya ini, berharap bisa segera tumbuh dewasa. Karena itu raja lantas memanggil seorang tabib untuk datang menghadap. Raja berunding dengan tabib tersebut tentang masalah obat yang dapat membuat putri tumbuh dewasa dalam sekejab. Si tabib menjawab, masalah ini  sebenarnya agak sulit, akan tetapi masih bisa diperjuangkan. Bahan untuk obat tersebut memang ada, akan tetapi harus pergi ke tempat yang jauh untuk mengumpulkannya. Mohon baginda menyetujui syarat yang saya ajukan: selama saya pergi mencari obat, anda tidak boleh menemui sang putri, setelah saya memberikan obat kepada putri anda baru dapat menemuinya kembali. 

Segera setelah raja setuju syarat tersebut, si tabib pergi mencari obat. Setelah berselang belasan tahun kemudian si tabib memberi kabar bahwa obat telah didapatkan, dalam perjalanan pulang. Setelah putri meninum obat tersebut, si tabib mengajaknya untuk menemui raja. Raja mendapati putrinya telah beranjak dewasa merasa sangat senang, berkata kepada si tabib: terimakasih, ini semua berkat jasa kamu. Putri setelah meminum obat kamu segera menjadi dewasa. 

Setelah itu raja lantas memerintahkan untuk memberikan banyak hadiah kepada si tabib. Mendengar instruksi tersebut semua orang yang hadir merasa geli karena raja yang tidak berwawasan, tidak dapat lagi menghitung usia putrinya. 

Dari cerita ini kita dapat mempelajari bahwa segala sesuatunya perlu proses, tidak bisa seketika berhasil. Sebenarnya putri tidak karena meminum obat lantas menjadi dewasa, putri menjadi dewasa secara alami karena waktu telah berjalan lama. Raja karena lama tidak bertemu dengan putri begitu bertemu tentu saja terkejut melihatnya. ini semua karena si tabib yang cerdik.





Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Raja yang Tidak Berwawasan

Friday, November 4, 2011

Hal yang Paling Menakutkan


share on facebook
Ada 3 orang dokter, bekerja disatu rumah sakit, mereka sangat kompak, mereka dapat bekerja sama dengan baik, sehingga selama puluhan tahun ini mereka selalu sukses mengobati penyakit-penyakit pasiennya.

Oleh sebab ini, rumah sakit ini menjadi sangat terkenal. Ada beberapa rumah sakit di luar negeri yang menawarkan mereka gaji tinggi untuk menarik mereka bekerja di rumah sakit tersebut, tetapi ke 3 dokter sama sekali tidak tergoda.

Tetapi di masa tua mereka, ada sebuah hal yang paling menggoda dalam masa hidup mereka terjadi yaitu hadiah Nobel. Berjuang seumur hidupnya, meraih hadiah nobel ini adalah impian selama hidup mereka.

Tetapi hadiah nobel sangat terbatas, walaupun mereka sama-sama masuk dalam daftar, tetapi hadiah ini hanya untuk 1 orang saja.

Ketiga dokter ini mulai menjadi musuh, mereka mulai saling menyerang, bahkan sampai wawancara di media mereka sangat bertengkar, saling menyakiti, oleh sebab itu, pada hari hadiah Nobel diumumkan, karena mereka masih terus saling menyerang, akhirnya hadiah Nobel ini jatuh kepada seorang dokter dari negara lain.

Akhirnya, dokter yang pertama dihari pertama ketika impiannya menjadi hancur lebur, karena tekanan darah sehingga pembuluh darahnya di kepala pecah dan meninggal, dokter yang kedua tidak bisa menahan rasa marah dan rasa malu, di dalam kamarnya mempergunakan pisau operasi memutuskan nadinya membunuh diri sendiri; dokter yang ketiga karena stress sehingga menjadi tidak waras. Sehingga menjadi berita dan pergunjingan diantara masyarakat.

Rupanya, di dunia ini, tubuh terjangkit penyakit tidak menakutkan. Yang paling menakutkan adalah pikiran dan jiwa yang terjangkit penyakit ini adalah hal yang paling mengerikan, ketika terjangkit virus sifat pamer, mengejar nama dan kepentingan, hal ini menyerang pikiran dan sanubari manusia yang paling lemah, menyebabkan orang sudah kehilangan akal sehat, sehingga di dunia ini anti virus yang betapa ampuhpun tidak dapat menyelamatkannya lagi. Didalam kehidupan ini kita tidak mungkin bisa hidup menyendiri, oleh sebab itu kenapa kita tidak bisa memberikan kepada orang lain sedikit perhatian, kasih sayang, toleran dan rasa persahabatan?




Sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Hal yang Paling Menakutkan

Saturday, October 29, 2011

Kisah Nelayan dan Cendikiawan


share on facebook
Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya : “Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari ?” “Tidak” jawab nelayan itu singkat. Cendekiawan melanjutkan ”Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT peluang kehidupan Bapak” Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.


“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat ?” tanya cendikiawan. “Belum pernah” jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Cendekiawan melanjutkan 

”Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT lagi peluang. kehidupan Bapak”. Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing ?” tanya cendikiawan. “Tidak bisa” jawab nelayan itu singkat. 

“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan TIGA PEREMPAT peluang kehidupan Bapak”

Tiba-tiba…

Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan: ”Apa bapak pernah belajar berenang ?” Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab “Tidak pernah” Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan SEMUA peluang hidup bapak”

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas :
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain.
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan.
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.



Sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Kisah Nelayan dan Cendikiawan

Batu-batu di Danau


share on facebook
Ada sebuah danau dimana terdapat banyak batu-batuan dan ada sebuah papan bertuliskan:

"YANG MENGAMBIL BATU AKAN MENYESAL.
YANG TIDAK MENGAMBIL BATU JUGA AKAN MENYESAL"

Heran dengan kalimat itu,,? 
Beberapa orang ada yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batu-batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air di danau itu. Setelah beberapa tahun, para ahli meneliti dan memeriksa batu-batuan yang ada di danau tersebut.

Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek tapi di dalamnya merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.

Yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.

Bukankah hidup manusia serupa seperti cerita di atas?

Kita diberikan kehidupan yang sangat berharga. Namun bukankah kita seringkali kurang menghargai masa hidup ini justru di saat kita masih bisa hidup lama?

Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai daripada batu-batu Permata.
Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari,maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal. 

Bekerja dengan maksimal, Mengasihi keluarga dengan maksimal, Berkarya bagi sesama dengan maksimal. Belajar dengan maksimal, jangan setengah-setengah. 

Intinya ketika kita sudah mngusahakan yang terbaik selama hidup ini, maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.

Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada.

Keep Spirit..!!!
Jia You..



Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Batu-batu di Danau

Tuesday, October 25, 2011

Guru Terbaik


share on facebook
Bertahun-tahun yang lalu, Bu Thomson berdiri didepan siswa kelas V mengucapkan sebuah kata bohong kepada para siswanya dia mengatakan akan mencintai setiap muridnya. Tetapi hal tersebut sebetulnya tak sepenuhnya jujur, karena Teddy yang duduk dibarisan depan adalah seorang anak yang tidak konsentrasi belajar dan kotor. Sebenarnya Bu Thomson sangat ingin dengan pena merahnya menulis diatas rapor Teddy nilai “E”.

Pada suatu hari ketika Bu Thomson sedang memeriksa catatan di rapor para muridnya. Dia sangat terkejut membaca komentar para mantan guru Teddy.

Guru di kelas I menulis, “Teddy adalah seorang murid yang cerdas, selalu tersenyum, pekerjaan rumahnya dan catatannya selalu rapi, sangat menghormati orang lain, membuat orang disekelilingnya berbahagia!.”

Guru kelas II menulis, “Teddy adalah seorang pelajar yang sempurna, semua teman-teman menyukainya, tetapi ibunya menderita penyakit kanker, kehidupan dirumahnya pasti sangat susah!”

Guru kelas III menulis, “Kematian ibunya menimbulkan pukulan berat baginya. Dia sangat rajin belajar, tetapi ayahnya tidak peduli terhadapnya, jika tidak  segera diambil tindakan maka kehidupan keluarganya akan segera mempengaruhi pelajarannya. “

Guru kelas IV menulis, “Pelajaran Teddy mulai mundur, dia tidak tertarik kepada pelajaran lagi, dia tidak ada teman lagi, terkadang tertidur di ruang kelas.”

Setelah membaca catatan tersebut, Bu Thomson baru menyadari masalah yang sebenarnya. Dia merasa malu, dan sangat sedih karena pada saat natal, semua muridnya memberi dia hadiah yang dibungkus dengan kertas kado yang cantik, sedangkan Teddy membungkus hadiahnya dengan kertas koran.

Bu Thomson membuka hadiah Teddy, didepan kelas, hadiahnya adalah sebuah gelang berlian palsu dan sebotol parfum yang tersisa ¼ , murid-murid yang lain mulai menertawakan hadiah dari Teddy, tetapi guru Bu Thomson segera mengambil gelang tersebut dipakai ditangannya dan berkata sangat indah dia menyukai hadiah tersebut, lalu menyemprotkan parfum tersebut ke tangannya.

Hari itu setelah lonceng pulang berbunyi, Teddy tinggal dikelas dan berkata kepada guru Bu Thomson, “Guru, hari ini engkau wangi seperti ibuku!.” Setelah Teddy pulang, guru Bu Thomson menangis dengan sedih selama satu jam. Setelah hari itu guru Bu Thomson tidak mengajar “Membaca, menulis dan menghafal dan matematika lagi.” Tetapi dia mengajarkan pendidikan kepada para muridnya.

Mulai hari itu dia memberi perhatian khusus kepada Teddy, mencurahkan kasih sayang seperti seorang ibu kandung, Teddy juga mulai hidup kembali, guru Bu Thomson selalu memberi semangat kepadanya, dia semakin tangkas. Di akhir tahun Teddy menjadi murid yang terpintar dikelasnya. Walaupun guru Bu Thomson mengatakan akan mencintai setiap muridnya tetapi Teddy adalah siswa favoritnya.

Setahun kemudian, guru Bu Thomson menemukan secarik kertas yang ditempel dipintu rumahnya, itu adalah tulisan Teddy yang mengatakan “guru Bu Thomson adalah guru yang paling baik yang dijumpai seumur hidupnya!” Setelah 6 tahun berlalu guru Bu Thomson menerima sepucuk surat dari Teddy yang mengatakan dia sudah tamat SMA, dia mendapat juara 3, dia mengatakan guru Bu Thomson tetap adalah guru yang paling baik seumur hidupnya dan guru favoritnya!

Empat tahun kemudian, Teddy menulis bahwa dia telah tamat S1 dan akan melanjutkan ke S2 dia mengatakan guru Bu Thomson tetap guru favorit dan guru yang terbaik selama hidupnya, dan guru Bu Thomson melihat ada tambahan gelar dokter ditanda tangannya.

Cerita ini belum berakhir, pada musim semi tahun ini, Teddy menulis surat lagi, menceritakan bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dia sudah menemukan seorang gadis dan akan menikah dengannya, dia meminta guru Bu Thomson sebagai walinya akan disediakan tempat duduk di posisi orang tuanya. Guru Bu Thomson memenuhi permintaan Teddy, pada hari pernikahan dia memakai gelang berlian palsu pemberian Teddy dan menyemprotkan parfum pemberian Teddy, Teddy teringat itu terakhir kalinya dia bersama ibunya merayakan natal dan ibunya memakai parfum ini.

Ketika mereka merangkul satu sama lain, prof. Teddy dengan berbisik ditelinga Bu Thomson mengatakan, “Terima kasih guru Bu Thomson engkau telah mempercayai saya, terima kasih karena engkau membuat saya menjadi orang penting, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah!”

Airmata guru Thomsom mengalir dengan deras, dengan lembut dia berkata, “Teddy, anda salah! Andalah yang mengajari saya, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah, setelah bertemu denganmu, saya baru tahu bagaimana mengajar!” 



sumber: DISINI

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.
READ MORE - Guru Terbaik
/