Saturday, October 23, 2010

Esok Masih Ada Matahari ( Rahasia Kehidupan dan Kematian )


share on facebook
Font Re-Size
Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )


Dalam ajaran agama Khonghucu ada penjelasan tentang kehidupan abadi yang sangat menonjol, tetapi kurang diperhatikan dan kurang dibicarakan. Kebanyakan orang hanya menganggap agama Khonghucu hanya mengajarkan keharmonisan dalam masyarakat saja. Orang yang baru mempelajari agama Khonghucu biasanya mencari jawaban atas keselamatan dan keabadian roh, apabila mereka tidak menemukannnya mereka mundur. Para rohaniwan agama Khonghucu sendiri juga kurang memperhatikan masalah ini, dianggapnya tidak penting dengan alasan bahwa agama Khonghucu agama untuk orang hidup bukan untuk orang mati.

Agama Khonghucu memang untuk orang hidup, namun penjelasan tentang keabadian roh adalah kebutuhan orang beragama. Ada orang mendefinisikan agama sebagai keyakinan yang dibela mati-matian oleh pengikutnya. Sydney Hooks menyebut agamanya adalah demokrasi, dan dia sedia mati untuk membela demokrasi itu. Agama bukan keyakinan seperti itu. Agama adalah keyakinan yang menjelaskan tentang keberadaan Tuhan Sang Pencipta dan rahasia kehidupan manusia agar umatnya memperoleh ketenangan jiwa.

Agama Khonghucu bukan ideologi seperti demokrasi atau sejenisnya. Agama Khonghucu menuntun umatnya untuk memahami rahasia kehidupan dan melaksanakan kehidupan dengan benar. Agama Khonghucu mengajarkan bahwa manusia hidup ini atas kehendak Tuhan disebut Tian Ming ( 天 命 ). Manusia hidup bukan “ terlemparkan” tanpa sengaja, lalu manusia mencari tahu dari mana asalnya ? Mengapa bisa terlempar ke dunia ini?. Pemikiran ini dikemukakan oleh filsuf bernama Martin Heidegger. Dia menganggap manusia teleh “ putus asa”. Dalam keputus asaannya itu manusia “merekayasa” kebudayaan yang tidak jelas arahnya. Menurutnya, “Kebudayaan” ciptaan manusia itu tidak memberi jalan keluar bagi manusia untuk memahami dirinya sendiri, dan manusia telah masuk dalam “ketersesatan masa”. Dengan kata lain, manusia sebenarnya tidak tahu arah hidup yang benar. Mereka bersenang-senang, apabila kesenangan itu dianggap tidak benar mereka mencari bentuk kesenangan yang lain. Dalam gambarannya kehidupan manusia benar-benar mengerikan.

Agama Khonghucu mengajarkan bahwa manusia lahir ke dunia karena kehendak Tuhan. Agama Khonghucu mengajarkan bahwa alam semesta ini mempunyai keteraturan yang dikendalikan oleh hukum tertentu. Di bumi, tempat hidup manusia dan makhluk hidup lain juga ada keteraturan yang dikendalikan oleh hukum tertentu. Manusia dalam menjalani kehidupannya juga membuat hukum yang wajib ditaati oleh sesama manusia.

Manusia adalah makhluk yang mempunyai roh yang menyatu dengan badannya. Roh mempunyai komponen dalam raga manusia hidup. Komponen roh itu mengatur bekerjanya organ tubuh agar manusia tetap hidup. Dalam ilmu pengobatan Tionghoa diakui adanya Jing Lu ( 经 路 ), atau meridian yang melilit seluruh organ tubuh manusia. Jing Lu itu diumpamakan sebagai saluran yang berisi Qi atau enegi vital yang mengatur semua organ tubuh. Jing Lu ini tidak tampak meskipun dilihat dengan mikroskop yang dapat memperbesar jutaan kali. Jing Lu bukan materi, tetapi bagian dari roh. Pada Jing Lu itu terdapat banyak “ lubang” atau “ danau” yang dapat dijangkau dari permukaan kulit. Apabila tubuh orang sakit “lubang” tertentu dapat ditusuk dengan jarum atau benda lain agar organ yang sakit berfungsi kembali.

Jing Lu itu bagian dari roh, dan dapat dilihat dari hubungan antara perasaan dan kesehatan. Orang yang menyimpan rasa takut dalam waktu lama akan menyebabkan salah satu organ penting tidak berfungsi alias sakit. Perasaan atau emosi adalah bagian dari roh, apabila roh tidak sehat menyebabkan komponen roh dalam tubuh itu tidak bekerja dengan baik. Komponen pokok atau pusat-pusat dari Jing Lu itu disebut “Bunga Emas” dalam bahasa Hindu disebut Cakra. Dalam ilmu pengobatan Tionghoa ada namanya sendiri dengan jaringannya yang rumit.

Manusia mempunyai kesadaran, mempunyai kecerdasan, mempunyai emosi, dan mempunyai kepribadian yang menjadi milik dari roh. Xun Zi menjelaskan bahwa kepribadian manusia tidak ada hubungannya dengan bentuk tubuh. Orang yang berkepribadian baik bisa memiliki bentuk tubuh yang tidak menarik, sebaliknya ada orang mempunyai tubuh yang indah tetapi kepribadiannya buruk. Dengan kata lain, kepribadian bukan milik tubuh, tetapi milik roh. Ada anak yang masih kecil, tetapi kecerdasaanya melebihi orang tua, anak ini rohnya telah mempunyai potensi lebih baik dari anak kecil yang lain. Ada teori yang mengatakan bahwa anak cerdas karena gizinya baik. Namun banyak anak orang kaya dengan gizi baik tetapi otaknya tidak cerdas. Banyak pula anak cerdas berasal dari daerah yang gizinya seadanya. Mahatma Gandhi tidak makan daging seumur hidupnya. Orang Inggris mengatakan bahwa orang India bodoh karena tidak makan daging. Ternyata Gandhi juga tidak bodoh meskipun tidak makan daging.

Bing Cu menulis (Bab VIIA), orang yang menyelami hati dapat mengenal watak sejati. Watak sejati adalah bagian dari roh, dan roh itu sudah ada sebelum orang dilahirkan. Xun Zi menulis, kelahiran adalah pintu masuk ke dunia, dan kematian adalah pintu keluar dari dunia. Roh masuk kedunia perlu memiliki tubuh sendiri, yaitu bayi yang baru dilahirkan. Setelah tubuh itu rusak roh itu keluar dari dunia kembali ke asal roh itu datang. Dari mana asal roh itu datang ke mana roh itu pergi tidak dijelaskan dalam Kitab Wu Jing dan kitab lain. Namun, dapat kita simpulkan bahwa dalam alam arwah (roh setelah meninggalkan tubuh) juga ada keteraturan seperti juga di bumi dan di alam semesta.

Tempat arwah berada tidak dapat diketahui manusia karena berada dalam dimensi yang berbeda. Dalam alam semesta ini banyak dimensi yang belum diketahui manusia. Saat ini manusia baru mengenal lima dimensi, yaitu dimensi ruang, waktu, cahaya, ether, dan elektromagnetik.

Pada suatu hari seorang murid Nabi Khongcu bertanya tentang keadaan orang setelah meninggal dunia. Nabi menjawab Wei Zhi Sheng Yan Zhi Si. belum mengetahui hidup mengapa ingin mengetahui kematian.

Mendengar jawaban tersebut sang murid terdiam dan tidak bertanya lagi.

Kebanyakan orang mendengar kisah ini lalu berkesimpulan bahwa Nabi Khongcu tidak mengetahui jawabannya. Orang yang berkesimpulan sesederhana itu karena orang tersebut tidak berpikir kritis, seperti juga anak kecil yang tidak dapat menganalisis kata-kata tersebut secara mendalam.

Bagi orang yang cerdas tentu mencari inti dari jawaban tersebut dengan menganalisis pernyataan-pernyataan Nabi Khongcu yang lain, misalnya nabi bersabda: ”Bila pagi mengerti Dao sore matipun ikhlas”. Sabda lainnya:” Bila bersembahyang kepada arwah yakinlah bahwa arwah itu datang kehadapanmu”

Sabda lain : “ Perlakukan arwah manusia yang sudah meninggal seperti juga orang hidup”. Dalam kitab Li Ji (Lee Ki) dijelaskan tentang upacara yang harus dilakukan untuk memperlakukan upacara sembahyang kepada arwah.

Nabi Khongcu mengatakan bahwa muridnya belum mengetahui hidup,artinya belum memahami hidup dengan sepenuhnya. Pada umumnya orang mengartikan hidup dengan bernafas, makan, dan minum serta melakukan aktivitas lainnya. Yang dimaksud Nabi Khongcu hidup bukan hanya itu, orang harus memahami hidup sepenuhnya, karena kematian tidak lain adalah kelanjutan dari hidup. Menurut Nabi Khongcu kehidupan itu abadi, suatu perjalanan panjang yang tidak ada batasnya. Kelahiran adalah pintu masuk ke dunia, sedangkan kematian adalah pintu keluar dari dunia. Orang yang hanya memahami hidup seperti yang dialami sehari-hari tentu tidak tepat, dan jauh dari kebenaran.

Manusia dalam hidup ini mempunyai naluri, mempunyai perasaan mempunyai pikiran, mempunyai nafsu dan keinginan, semuanya itu sebagai tanda-tanda kehidupan manusia. Apabila orang sudah mati apakah semua yang dimiliki manusia hidupitu masih dibawa.

Nabi Khongcu tidak membahas masalah dibalik kematian, keberadaan surga dan neraka, nirwana atau reinkarnasi. Nabi Khongcu mengajarkan bahwa realitas adalah proses yang tidak pernah berhenti, dan tidak akan berhenti, seperti air sungai yang selalu mengalir. Kehidupan juga proses yang tidak berhenti, orang tidak perlu takut pada hasil proses, yang penting bagi manusia hidup adalah berbuat kebajikan dengan harapan proses ini menuju hasil yang baik (wei de dong Tian, xian you yi de).

Kelahiran adalah hasil proses, perkawinan adalah hasil proses, kematian juga hasil proses. Namun harus diingat bahwa proses itu tidak dapat ditelusuri kembali, proses bukan sebab akibat, semua hasil proses terjadi karena bekerjanya berbagai faktor, dan tidak dapat ditentukan faktor mana yang paling dominan. Dalam istilah agama, hasil proses itu disebut nasib. Demikian juga setelah orang meninggalkan dunia ini masih menjalani proses yang panjang, andaikata ke neraka atau ke surga atau ke nirwana tidak bisa menjadi tujuan akhir karena proses itu tidak punya tujuan akhir, tidak finalistis. Reinkarnasi masih menjadi kemungkinan bagi arwah orang yang telah meninggal karena reinkarnasi masih merupakan lanjutan dari proses. Namun Nabi Khongcu juga tidak pernah membahas masalah reinkarnasi karena reinkarnasi adalah proses di kemudian hari yang belum akan dijalani sekarang. Apakah kehidupan sekarang ini adalah hasil dari reinkarnasi dari kelahiran masa lalu? Orang tidak dapat memberikan jawaban yang pasti karena orang tidak dapat mengingat pengalaman kehidupan masa lalu. Apabila diibaratkan komputer yang lahir kembali berreinkarnasi adalah programnya saja, sedangkan datanya hilang. Andaikata orang dapat mengingat kembali pengalaman kelahiran yang lalu tidak menguntungkan bagi kehidupannya sekarang karena zaman sudah berubah banyak, pengetahuan yang dia miliki pada kehidupan yang lalu sekarang sudah ketinggalan model, bahkan mengganggu proses kehidupan yang sedang dijalani sekarang.

Nabi bersabda: wei zhi sheng, yan zhi si ( 未 知 生, 焉 知 死 ) artinya belum memahami kehidupan mengapa ingin mengetahui kematian. Bagi manusia yang masih hidup Nabi Khongcu mengajarkan supaya memperhatikan arwah orang yang sudah meninggal, perlakukanlah para arwah itu seperti pada waktu mereka masih hidup ji shen ru shen zai ( 祭 神 如 神 在 ), didoakan dan diberi sesaji makanan yang disukai pada saat hidupnya. Perhatian orang hidup kepada para arwah ini sebagai dasar pembinaan religiusitas dan moralitas manusia, orang yang religius dan bermoral menghormati para leluhur yang menjadi pendahulunya, yang telah menyiapkan segala sesuatu demi terwujudnya keadaan dunia sekarang.

Perjuangan rakyat Indonesia untuk memerdekakan diri juga dilakukan oleh beberapa generasi, tahun 1908 muncul generasi Kebangkitan Nasional, tahun 1928 muncul Generasi Sumpah Pemuda, tahun 1945 muncul Generasi Pendiri Negara dan sterusnya. Generasi muda Indonesia sekarang seharusnya dapat menghormati para pejuang masa lalu tersebut, dan dapat tetap menghidupkan semangatnya.

Nabi Khongcu mengajarkan kepada umat manusia supaya berjuang untuk hari esok karena esok matahari masih terbit. Kehidupan manusia mengalami penderitaan dan kebahagiaan, ada kesedihan, ada kegembiraan.


sumber : gentanusantara.com


Please write a comment after you read this article. Thx..!!

0 comments:

Post a Comment