Sunday, January 9, 2011

Mau Cara Rumit atau Cara Mudah?


share on facebook
Font Re-Size
Terkadang, masalah di dalam kehidupan ini dapat diselesaikan dengan cara yang mudah dan sederhana. Tapi manusia cenderung berpikir rumit, seperti yang terjadi pada cerita di bawah ini:


Kasus Pabrik Sabun

Sebuah pabrik sabun di Jepang mendapatkan komplain dari pelanggannya yang mengatakan bahwa ia mendapatkan kotak sabun yang kosong tanpa ada sabunnya. Pemimpin pabrik pun segera memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa ribuan sabun yang ada di pabrik itu, apakah ada yang kosong lagi atau tidak. Para karyawan bekerja ekstra keras untuk membuat sinar X agar dapat melihat isi kotak sabun tanpa harus membukanya lagi. Sinar X tersebut tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kemudian ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda . Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.



NASA


Pada saat NASA mengirimkan astronot ke Amerika, para astronot segera mengetahui bahwa pulpen mereka tidak berfungsi di luar angkasa karena tintanya melayang di dalam pulpen. Kemudian, para ilmuwan NASA segera melakukan penelitian untuk membuat pulpen yang dapat digunakan di luar angkasa. Para astronot Rusia punya cara berbeda untuk mengatasi masalah ini. Mereka menggunakan pensil.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

“Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.”





sumber : disini

Please write a comment after you read this article. Thx..!! 

Tekan "Like" jika kamu menyukai artikel ini. 
Tekan "Share" atau "Tweet" jika menurutmu artikel ini bermanfaat untuk teman2 kalian.

1 comments:

widnya said...

you're absolutely right brother :)

Post a Comment