Tuesday, September 7, 2010

Kong Rong


share on facebook
Font Re-Size
Kong Rong, seorang pakar sastra besar pada akhir dinasti Han Timur adalah cucu generasi ke 20 dari Konfusius.

Kong Rong mempunyai 7 saudara. Ketika ia berusia 4 tahun, telah mengerti prinsip menghormati kakak, mau mengalah dan bersikap bersahabat. Pada suatu hari tetangga mengantar sekeranjang buah pir, sang ayah memanggil semua anaknya dan menyuruh setiap orang dari mereka mengambil 1 buah serta membiarkan Kong Rong mengambil duluan yang ternyata ia secara sadar memilih buah yang terkecil, yang besar didahulukan untuk kakak-kakaknya. Sang ayah setelah menyaksikan itu, mengangguk-angguk dengan puas lantas menanyai dia mengapa berbuat begitu? Ia menjawab dengan polos: “Kakak lebih besar daripada saya, tentu saja harus memakan yang besar, sedangkan saya adalah adik kecil sudah selayaknya makan yang kecil.” Sang ayah berkata sambil mengangguk puas dan tertawa: “Kamu betul.”

Kisah “Kong Rong merelakan buah Pir” terus tersebar luas hingga hari ini, masih saja menjadi bahan pembicaraan pujian dari semua orang.

Ketika Kong Rong berusia 12 tahun selain pandai juga memiliki kebolehan. Suatu hari, ia ikut sang ayah ke kota raja mengunjungi seorang teman. Kala itu, ada seorang pejabat bersikap sangat angkuh, tidak mau menerima tamu kecuali orang yang tersohor. Kong Rong berinisiatif maju ke depan dan berkata kepada ayahnya: “Harap ayah tenang, saya akan mengatasi hal ini.”

Kong Rong meluncur bak meteor ke hadapan pejabat penjaga pintu tersebut dan berkata kepadanya: “Silakan Anda menyampaikan kepada pembesar Li, saya adalah kerabat sederajat dari pembesar Li, ada urusan ingin menghadap!” Pembesar Li mendengar bahwa yang datang adalah kerabat sederajat, maka menyilahkan Kong Rong masuk dan bertanya: “Apakah kakek Anda punya hubungan lama dengan saya?” Kong Rong lantas menjawab dengan tangkas: “Betul, leluhur saya Kong Zi (Confucius) dengan Lao Zi (Li Dan / pendiri aliran Dao) leluhur Anda, mempunyai hubungan guru dan sahabat, maka dari itu saya, Kong Rong dengan Anda tuan Li juga boleh dibilang kerabat dekat!” Mendengar perkataan ini, para pengunjung di dalam ruangan itu sangat kagum dan menganggapnya pada suatu hari kelak pasti bisa sukses.

Setelah Kong Rong dewasa dan menjadi pejabat, disenangi dan disegani oleh rakyat jelata berkat perilaku mulia dan kecerdasannya.

sumber : disini

Please write a comment after you read this article. Thx..!!

2 comments:

Romy said...

Sangat bagus unt generasi2 muda mendatang, agar generasi muda kita bs lbh mengenal asal usul Khonghucu

Me and Confucius said...

Thx.. pak romy..

Post a Comment