Wednesday, September 15, 2010

Kubilai Khan


share on facebook
Font Re-Size
Kubilai (忽必烈) adalah kaisar pendiri dinasti Yuan (元朝), memiliki gelar Shi Zhu (世祖), ia sangat menjunjung tinggi kebudayaan Han (suku mayoritas etnis Tionghoa). Kelapangan dada dengan merangkul kebudayaan etnis lain semacam ini, membuat Tiongkok sekali lagi mengalami persatuan besar para suku.


Jengis Khan (成吉思汗) telah mempersatukan padang rumput maha luas di Mongolia, Kubilai mewarisi keperkasaan dan kepiawaian strateginya, selain berhasil menerobos rintangan alami sungai Yangtse, juga telah menggilas wilayah Song Selatan (南宋), bukan saja telah mengakhiri suasana negara Tiongkok yang terpecah menjadi 2 bagian utara dan selatan, juga telah mengo-kohkan peta negara Tiongkok.

# Guru besar ajaran Khonghucu

Tatkala Kubilai masih muda, menguasai sejarah dan kebudayaan Tiongkok dengan baik, karena ia sangat hafal dengan geografi tanah Han. Setelah Mongke naik tahta maka urusan wilayah Han (Tiongkok) menjadi tanggung jawabnya.

Di dalam deretan para kaisar Tiongkok selama ini, yang paling ia kagumi ialah Tang Taizong (唐太宗, kaisar dinasti Tang). Untuk mendirikan sebuah kejayaan Tang yang lain, ia merombak situasi kalut di Tiongkok dan menempatkan suku Han dalam jumlah besar sebagai panutan serta mendirikan kantor di Jin Lianchuan, bertanggung jawab dalam pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kembali negeri Han/Tiongkok.

Ia dikarenakan menggunakan hukum suku Han dan menjunjung tinggi ajaran Khonghucu, maka oleh para sesepuh penganut Khonghucu diberi gelar Guru besar ajaran Khonghucu.

Sesudah ia menaklukkan negeri Da Li (大理, di sekitar propinsi Yunnan sekarang), berlawanan dengan kebiasaan orang Mongol yang setelah berhasil menyerbu suatu kota yang selalu melakukan pembantaian, ia memerintahkan serdadunya untuk tidak sembarangan membantai, tindakan ini selain menimbulkan ketidak-puasan penguasa Mongol waktu itu, juga sempat dicurigai oleh Mongke, namun semenjak saat itu ia telah menegakkan sendiri popularitasnya.

# Pendirian Dinasti Yuan

Berdasarkan pengalaman Kubilai dalam memerintah daerah etnis Han, ia berkesimpulan bahwa hanya melalui peleburan kebudayaan dengan peradaban etnis Han, Kekaisaran Mongolia baru dapat bertahan lama di dunia.
Akan tetapi kebanyakan orang Mongol tidak menyetujui usulan peleburan dengan etnis Han, maka itu ia merasa dirinya harus menjadi Khan Agung baru dapat mewujudkan cita-citanya. Itulah mengapa, setelah kematian Mongke, ia mengangkat dirinya sebagai Khan Agung di tanah Tiongkok. 

Oleh karena ia mengangkat dirinya sendiri sebagai Khan dan menyelenggarakan hukum Han, dengan gamblang telah mengkhianati tradisi Mongol, hal ini menimbulkan ketidakpuasan klan bangsawan A Li Bu Ge (阿里不哥) dan lain sebagainya.

Mereka ini serta merta melancarkan perang saudara yang berlangsung selama 4 tahun lamanya. Akhirnya A Li Bu Ge berhasil dikalahkan. 

Meski Kubilai memperoleh kemenangan, tetapi usulan penyelenggaraan hukum Han masih ditolak oleh sebagian besar orang Mongol untuk bergabung. Terdapat 4 negara Khan yang satu persatu mulai melepaskan diri, akhirnya pemerintahan Kubilai hanya sebatas Tiongkok dan tanah leluhur Mongolia.

Sesudah Kubilai naik tahta kekaisaran, ia menamakan negaranya dengan mengutip kata Da Yuan (大元) dari kalimat di dalam kitab Yi Jing (易經) yakni: Da Zai Qian Yuan (大哉乾元). Dia juga mendirikan tiga propinsi enam pembagian beserta biro pertanian dan lain-lain, serangkaian badan spesialisasi, serta juga telah menggunakan sejumlah besar pejabat beraliran Khonghucu dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di dalam bidang ekonomi, ia memperluas persawahan, mendirikan dan memperbaiki pengairan untuk menambah produksi pertanian. Di dalam bidang politik, ia dengan luas menyelenggarakan hukum Han, memutuskan garis besar haluan negara dan sistem manajemen kepegawaian, tata hukum dan lain sebagainya.

Dalam pemilihan pejabat, dia menempatkan orang yang tepat menurut keahliannya dan memberantas korupsi. Di dalam kebudayaan, mendirikan sekolah, memperhatikan pendidikan, memberi penghargaan kepada cendekiawan, memberlakukan tulisan baru Pagba - Mongol. Di dalam lalu lintas, demi mendorong pertukaran ekonomi dan kebudayaan dengan luar negeri, mendirikan di seluruh pelosok negeri halte penggantian kuda tunggangan, sehingga lalu lintas lebih lancar menyeluruh.

Selain itu ia juga mendirikan pengregistrasian ajaran Khonghucu, untuk memperlakukan istimewa para intelektual. Kemudian dia juga memulihkan sistem ujian seleksi negara dan ajaran Neo-Confucianism dari ajaran Khonghucu ditetapkan sebagai pemikiran pihak pejabat pemerintah.

Serangkaian kebijaksanaan tersebut telah memulihkan dan mengembangkan dengan pesat, ekonomi dan kebudayaan yang telah hancur oleh perang. Kubilai telah menciptakan suasana kejayaan dinasti Yuan.

# Pembenahan sistim irigasi dan kalender

Sesudah Kubilai naik tahta, ia banyak memanfaatkan tenaga ahli dari etnis Han untuk memerintah negara, salah satunya ialah ilmuwan tersohor Guo Shoujing (郭守敬).

Ketika Kubilai menerima kedatangan Guo, ia sangat terkesan dengan pengetahuan yang dikuasainya dan menarik nafas panjang sembari berkata, “Menggunakan orang seperti ini untuk menyelesaikan urusan, baru benar-benar bukan makan gaji buta!”

Guo Shoujing pergi ke sekitar Xi Xia (propinsi Ningxia sekarang, terletak di barat laut Tiongkok) untuk membenahi irigasinya. Akibat kekacauan perang selama bertahun-tahun, sungai dan sa-luran buntu, lahan pertanian terlantar serta produksi mengalami kerusakan berat.

Guo Shoujing melakukan penelitian secara matang telah menggerakkan para tukang dan buruh untuk membenahi sejumlah saluran dam yang ada serta menggali sejumlah kali dan saluran baru. 

Tidak sampai satu tahun, 9 juta mu (1 mu = 1/15 hektar) pengairan persawahan menjadi lancar, sehingga panen terjamin dan kehidupan rakyat juga memperoleh perubahan.

Untuk memperlancar lalu lintas dari ibu kota ke wilayah selatan, Kubilai mengutusnya lagi untuk melakukan penelitian situasi lalu lintas air. Melalui perencanaan Guo, selain memperbaiki dan menembus Yun He (terusan) yang ada, ditambah lagi dengan membuka sebuah sungai baru, Tong Hui, yang menghubungkan ibu kota ke kota Tong Zhou. Sejak saat itu lalu lintas air dari selatan ke ibu kota menjadi lancar tanpa hambatan lagi.

Sesudah Kubilai memusnahkan dinasti Song Selatan, ia sangat mementingkan pemulihan produksi pertanian yang harus menggunakan penghitungan kalender.
Orang Mongol senantiasa menggunakan kalender masa dinasti Jin, namun kalender tersebut deviasinya cukup besar, perhitungan musimpun tak bisa persis. Sesudah dinasti Yuan menguasai wilayah selatan sungai Yangtse, kalender dari selatanpun berbeda, utara dan selatan menjadi tidak standar, nampak sangat kacau.

Itulah mengapa Kubilai memutuskan membuat standar penghitungan kalender. Dia memerintah pembentukan badan yang menetapkan perbaikan kalender dan dinamakan biro Tai Shi (sejarah) yang dipimpin oleh Wang Xun murid Guo Shoujing. Guo Shoujing sangat menguasai ilmu falak dan penanggalan, dipindahkan dari bagian irigasi ke biro Sejarah untuk bersama-sama dengan Wang Xun mengelola pekerjaan pengubahan kalender.

Berdasarkan sejumlah data penunjang, Guo Shoujing membutuhkan waktu 2 tahun menerbitkan sebuah kalender baru yang dinamakan Shou Shi Li. Kalender baru ini, dibandingkan dengan yang lama jauh lebih tepat, satu tahun dihitung sebagai 365, 2425 hari.
Kalender ini sama dengan kalender Masehi yang umum beredar, akan tetapi kalender Shou Shi Li dari Guo Shoujing ini lebih dini 302 tahun dibandingkan dengan kalender Masehi orang Eropa.

# Menggerakkan perang penaklukan

Sesudah Kubilai mengokohkan situasi politik, maka ia melancarkan aksi militer ke dinasti Song Selatan. Dia menggunakan waktu enam tahun baru berhasil merebut Xiang Yang dan dengan de-mikian mengalahkan pasukan Song.

Lu Xiufu sang perdana menteri pantang menyerah dan dalam situasi terjepit dia menggendong Zhao Bing (趙昺) kaisar yang masih berusia 8 tahun untuk bunuh diri dengan melompat ke laut. Song Selatan musnah, dinasti baru yakni Yuan mempersatukan seluruh Tiongkok, mengakhiri negara-negara vassal (jajahan) yang membelot dan memberontak sejak akhir dinasti Tang, jangka waktu yang hampir 400 tahun lamanya.

Setelah itu imperium Yuan ke arah timur menundukkan Korea, ke selatan menjinakkan negeri Da Li, Tibet dan Vietnam, ke arah barat memasuki Eropa dari Asia Tengah, menggulung Rusia, Polandia, Hongaria, akhirnya menerawang ke seluruh dunia sepertinya hanya tersisa satu pulau kecil Jepang. Kubilai meminta seluruh Jepang datang menghadap untuk mengkomunikasikan perdamaian, kalau tidak dilakukan, ia akan menggunakan pasukan membuat Jepang “Hanya memiliki raja khayalan” . Ketika itu pemerintahan Tenno berunding 5 bulan lamanya, akhirnya membalas dengan kalimat: “Nada undangan tidak masuk akal, tak dapat diterima.”

Kubilai marah besar dan mengerahkan 900 kapal perang dan 32.000 pasukan menyerbu ke timur. Pada tahap awal perang, pasukan Yuan telah memperoleh banyak kemenangan gemilang. Kemudian sekonyong-konyong muncul angin badai, oleh karena tidak menguasai medan, pasukan armada Yuan yang sedang berlabuh di mulut teluk menjadi kacau balau, kalau tidak saling bertabrakan dan tenggelam tertabrak, ya dihantam karam oleh tsunami. Lewat tengah malam angin badai mulai berhenti, tetapi hujan lebat menerjang, ditambah lagi malam begitu gelap pekat, serdadu yang tercebur di laut tak mampu saling menolong. Pasukan Yuan kawatir pasukan Jepang pada peluang tersebut datang menyerang, maka dikeluarkan perintah mundur dalam hujan untuk kembali ke negara asal. Pemerintah Jepang merasa sangat gembira bercampur surprise terhadap angin badai dadakan yang mengusir pasukan Yuan, maka dilangsungkan kegiatan menyembah Dewata dalam skala besar yang disebut Angin Dewata (kamikaze 神風). Di dalam buku sejarah perang tersebut dinamakan Perang Wen Shui (文永之役). 

Kemudian Kubilai juga menggerakkan perang Jepang jilid dua, di sejarah dinamakan Perang Hong An (弘安之役). Kali ini skalanya lebih besar, atmosfer spirit 100 ribu lebih pasukan begitu besar. Namun dua bulan kemudian, lagi-lagi disatroni oleh sebuah angin badai yang lebih raksasa, kapal-kapal perang pasukan Yuan “masing-masing digandeng jadi satu seperti laiknya sebuah kota”, sehingga di bawah serangan angin badai dengan “ombak setinggi gunung”, tergetar berbenturan dan sebagian kapal rusak sementara yang lain tenggelam, serdadu yang minta tolong dan yang tenggelam di laut banyaknya tak terhitung. Di bawah serangan angin badai, pasukan jalur timur Mongolia berkurang 1/3, pasukan etnik Han dari selatan sungai Yangtse hilang separo, pasukan yang dekat dengan pantai dibantai atau ditenggelamkan oleh orang Jepang. Invasi militer ke Jepang oleh orang Mongol untuk kali kedua dan terakhir gagal dengan kekalahan mengenaskan. 

Selain itu, ekspedisi militer ke Vietnam yang telah berlangsung selama 34 tahun, pada akhirnya pasukannya mengalami kerugian besar, selain hanya dapat merebut sebuah negara vassal, boleh dibilang yang berhasil diperoleh sama sekali tidak memadai; terhadap sepetak tanah sudut yang dipertahankan oleh 800 ibu muda, juga tak kunjung berhasil menaklukkannya. Perkembangan kekerasan ke arah luar oleh Kubilai, di bawah situasi tidak didukung dewi fortuna, berangsur berjalan menuju sebuah titik jenuh. 

Peleburan dengan budaya Han banyak hambatan, pemerintahan dari kuat menjadi lemah, Kubilai mereformasi system lama Mongolia dan melaksanakan hukum Han, mengangkat orang etnik Han, serta menyerap bagian yang bermanfaat dari kebudayaan etnis Han. Ini yang membuat kebudayaan Tiongkok pada zaman dinasti Yuan dapat dikembangkan terus. Di dalam bentuk kesusasteraan terkenal dengan Yuan Qu (lagu Yuan), yang disejajarkan dengan syair Tang dan Lyrik Song dan bersama-sama digemari oleh generasi penerus; kesenian melukis juga di atas landasan dinasti Song dapat mencapai sebuah masa puncak.

Imperium Yuan pada saat bersamaan adalah sebuah negara terbuka, bersikap ramah terhadap orang asing yang berkunjung ke Tiongkok. Marco Polo datang ke Tiongkok dan disegani oleh Kubilai, berulang kali dijadikan duta keliling ke beberapa daerah. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kebesaran dan kejayaan wilayah imperium, dibandingkan dengan berbagai negara di Eropa dan Asia barat yang pernah ia singgahi, muncul sebuah kesimpulan tentang Kubilai Khan, sang “Penguasa dengan rakyat banyak, teriorial luas dan asset besar yang belum pernah ada di dunia”.

Kekaisaran Yuan telah mewujudkan persatuan yang belum ada sebelumnya, ekonomi makmur, masyarakat tentram. Sebetulnya sebagai sebuah kekaisaran kesatuan, imperium Yuan mestinya bisa memiliki usia yang cukup panjang, namun karena hendak mengubah konsep orang Mongol tidak mudah, ditambah kekalahan invasi ke Jepang, maka Kubilai di dalam bidang penerapan hukum Han, suara tentangan dari bangsawan Mongol di sekelilingnya senantiasa lebih besar daripada dukungan, juga membuat cita-cita Kubilai dalam memerintah Tiongkok mengalami hambatan cukup besar. Ditambah lagi Kubilai pada hari tuanya didera dengan penyakit, juga istri tercinta dan sang pangeran meninggal mendahuluinya, membuat penyakitnya bertambah parah. Pada 31 tahun kekuasaannya, Kubilai yang menghebohkan akhirnya mangkat karena sakit pada usia 80 tahun.

# Episode Kubilai ketika menyerang tanah Jawa

Kubilai ketika menyerang tanah Jawa Kertanagara, raja Singasari yang terakhir, pada tahun 1289 telah menantang wibawa kaisar Mongol Kubilai Khan, yang masa itu berkuasa di Tiongkok. Beliau memulangkan utusan kaisar dengan muka yang dilukai. Kubilai Khan mengirim tentaranya ke Jawa. Tetapi sebelum kedatangan tentara tersebut, Kertanagara pada tahun 1292 telah tewas disebabkan pemberontakan Kediri dan Singasari jatuh. 

Ketika tentara Kubilai Khan tiba, Raden Wijaya, kemenakan dan menantunya Kertanagara, menyerahkan diri pada pimpinan tentara Mongol dan menyatakan, bahwa Raja Kediri Jayakatwang telah menggantikan Kertanagara. Raden Wijaya berhasil membujuk tentara Kublai Khan untuk menjatuhkan Daha (Kediri). Setelah tentara Kediri hancur, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Kublai Khan. Beliau minta diberi 200 pengawal Mongol/Tionghoa yang tak bersenjata untuk kepergiannya ke kota Majapahit dimana beliau akan menyerah dengan resmi pada wakil-wakil Kubilai Khan. 

Ditengah perjalanan para pengawal dibantai dan sebagian lain tentara Mongol yang tidak menduganya dapat dikepung. Siasat Raden Wijaya menghasilkan pihak Mongol kehilangan 3000 orang dan terpaksa meninggalkan pulau Jawa tanpa hadiah-hadiah yang dijanjikan. Tahun 1293-1294 Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Kublai Khan, cucunya Jengiz Khan, meninggal 18 Pebruari 1294. (A Zhe/ You Zi )


sumber : disini

Please write a comment after you read this article. Thx..!!

0 comments:

Post a Comment